Asu buntung!!

Beberapa waktu lalu di facebook gw nemu link youtube berisikan trailer dari sebuah film yang diangkat dari novel. Novelnya udah lumayan lama gw tau judulnya dan sinopsis teramat pendeknya ketika masih sma. Dulu pelajaran bahasa indonesia meminta para siswa untuk mengenal karya sastra indonesia. Ketika itu cuma diberi jalan pintas untuk membaca ringkasan ceritanya saja.

Salah satu judul yang dulu diwajbkan untuk diketahui adalah ronggeng dukuh paruk.waktu itu gw sempet terpikir untuk mencari bukunya,cuma keluguan dan kebodohan membuat niat itu urung dilaksanakan. Dipikirnya akan sulit mencari buku terbitan lama dan memang waktu itu belum terlalu mengenal tempat-tempat seperti kwitang dan sejenisnya.cuma tau gunung agung/gramedia dan dulu ngga kebayang kalo di sana akan ada buku-buku seperti itu.

Nah ketika si trailer itu muncul,tiba-tiba niat untuk mencari bukunya timbul kembali.Kebetulan ketika lagi ke salah satu toko buku diskon di daerah supratman kota bandung,gw keinget untuk searching di komputer toko buku tersebut untuk mencari bukunya.Dan yak gw beruntung sekali karena di layar monitor tertera bahwa masih tersisa satu buku di inventori mereka.langsung aja gw beli tanpa pikir panjang.

Dan selanjutnya selama gw muter-muter kota bandung untuk mensurvey hotel/rumah makan di bandung gw selalu bawa itu buku.kalo lagi ngaso pasti gw baca itu buku.

Dan sejujurnya gw tercengang membaca  buku tersebut.dari sinopsis yang dulu gw baca,ngga dibilang kalo ronggeng dukuh paruk merupakan trilogi.dulu gw ga nangkep ronggeng tuh apa,yang kebayang cuma lagu dangdut nyai ronggeng yang bernuansa erotis.

Akhirnya gw paham kalo ronggeng itu suatu bentuk kebudayaan yang memang ada hubungannya dengan dunia erotis,bahkan mirip dengan pelacuran.Ada induk semang dan ada tokoh Srintil sebagai si pelacurnya.

Gw ga tertarik dengan sisi ronggengnya itu sendiri,yang paling bikin gw takjub setelah membaca karya tersebut adalah plotnya yang sangat-sangat menarik bagi gw. Jujur ngga kebayang kalo di masa itu akan ada manusia seperti Srintil yang hidup diterpa penderitaan berkali-kali sampai akhirnya harus menjalani nasib yang menurut gw terlalu menyedihkan.Sangat.

Bagaimana Srintil berkembang dari seorang gadis yang polos namun pandai menembang lagu-lagu ronggeng kepada wanita yang didaulat menjadi milik seluruh laki-laki dan kemudian karena pergulatan politik yang sedukuh itu tidak mengerti secuil pun akhirnya dukuh tersebut malah dinistakan.Nista karena masyarakat memandang dukuh tersebut sebagai bagian dari pihak yang kalah dimata sejarah padahal semuanya hanya karena cungkup makam yang rusak dan sebuah caping berwarna hijau,fitnah pun bekerja dan kebebalan otak tidak mampu menalar bahwa itu dilakukan semata-mata untuk membakar amarah warga dukuh supaya kembali menjadi alat propaganda politik.Nista karena mereka terpaksa kehilangan simbol mereka yang selama ini dibangga-banggakan yaitu ronggeng srintil.hilang karena dibawa oleh militer yang ketika itu sangat berkuasa setelah pergolakan di pertengahan era 60-an tersebut.

Tapi hidup sebagai srintil memang terlalu berat,ketika akhirnya muncul kesadaran ingin menjadi seorang perempuan somahan dalam artian seorang ibu rumah tangga,pria yang diidam-idamkan tidak kunjung mendapatkan keyakinan untuk melamar dirinya.Tertahan oleh status mantan tahanan milik srintil dan tentara milik rasus.Ketika mereka sampai pada keadaan seperti itu gw ngga ngerti kenapa hal itu sampai bisa menahan mereka sedemikian rupa,rasus akhirnya meninggalkan srintil kedua kalinya.adegan yang buat gw merinding adalah ketika srintil akhirnya memutuskan untuk menemui rasus yang sedang bermain bersama anak-anak dan perlahan-lahan warga dukuh paruk ikut bergabung dan tinggal srintil yang masih di rumahnya menunggu si bajus.ketika akhirnya mereka bertemu dan srintil menangis dan satu-persatu warga dukuh paruk meninggalkan mereka berdua,srintil dan rasus,terasa sangat syahdu.very romantic in a way somehow. sialnya,itu tadi,mereka tertahan oleh status-status sialan yang seharusnya tidak menghalangi mereka untuk saling mencintai dan menjadi sepasang suami istri.gw sempet ketipu berkali-kali dengan niatan si bajus,tadinya ketika dia hendak mengajak srintil pelesiran ke eling-eling gw menyangka srintil akan diperkosa di sana,eh ternyata niatan ke eling-eling ditunda karena kondisi srintil yang sedang menggalau setelah bertemu rasus.selanjutnya adalah ketika rasa percaya mulai timbul di antara srintil dan bajus kemudian srintil diajak mengikuti rapat di sebuah vila,gw berpikir lagi-lagi mungkin srintil akan diperkosa.tapi ternyata pola pikir yang terbentuk akibat keseringan nonton sinetron murahan beradegan seorang cewe diberi minuman plus-plus lalu tiba-tiba pagi-paginya udah tidur seranjang aja sama cowo, itu salah besar.ok,mulai timbul kepercayaan juga dalam diri gw terhadap kebaikan si bajus tapi ternyata dia cuma membawa srintil untuk menjadi pelicin dalam mendapatkan proyek dari seorang mandor besar di jakarta.gw sempet bersyukur ketika si blengur menolak untuk menjamah srintil karena melihat profil wanita yang ingin mendapatkan kehidupan sebagai seorang istri pada diri srintil.tapi semuanya terlambat,sangat amat sangat terlambat.tindakan bajus sudah meruntuhkan semuanya,srintil kehilangan semuanya.penopang kehidupannya runtuh seketika tanpa bersisa.menyisakan raga tanpa jiwa yang berbuat sekehendaknya saja dan mengundang rasa sedih manusia yang melihatnya.

Ah seandainya saja rasus mau mendengarkan kata-kata sakum ketika dulu,tidak akan gw ikut merasa sedih melihat keadaan srintil yang seperti itu.Sayang sekali rasus baru mengucapkan ingin memperistri srintil ketika kewarasan srintil telah direnggut oleh kepedihan hidup yang dialami olehnya dan berujung pada kenyataan dia tidak akan diperistri oleh bajus melainkan hanya dijerumuskan kembali kepada dunia yang telah lama ia tinggalkan.

Yah,gw ngga menyesal udah beli bukunya.bener-bener bagus,terbukti dari perasaan gw yang ikut teraduk-aduk ketika mengikuti perjalanan ceritanya.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s