Dunia Ini Sempit

Pendek saja. Manusia yang sedang saya kagumi dalam arti khusus sepertinya punya kekasih yang merupakan teman dari teman saya ketika SMA. Lucu juga membayangkannya kalau memang benar. Seakan-akan semesta bilang ke saya untuk berhenti mengagumi manusia itu. “Kebetulan-kebetulan” seperti ini yang membuat saya sepertinya tidak akan pernah kehilangan keyakinan kepada Tuhan. Bahwa terdapat entitas besar yang “mengatur” pergerakan di semesta ini. Kenapa dengan tanda petik? Karena saya belum meyakini benar keberadaan,pengaturan dan si entitas itu. Di satu sisi terdapat keyakinan namun di baliknya terdapat keraguan tentang kebenarannya. Tapi,pun kalau misalnya itu semua sudah diatur lalu kenapa? Apakah mengagumi dia dilarang? Kupikir tidak. Toh ini tidak merugikan siapapun. Paling sial adalah diri ini terperangkap perasaan yang tidak wajar. Tidak wajar karena mengagumi seseorang yang sudah,ah sudah? Pacar itu apa? Komitmen itu apa? Bahkan manusia yang sudah menikah sekalipun masih tetap kesulitan mengendalikan perasaannya. Kecuali dia memang terbiasa mengendalikannya sejak lama. Jadi gw ga peduli dia mau punya pacar atau ngga. Kita lihat saja nanti hahaha

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s