Makanya jangan ngesot!!!

 

 

Beberapa hari ini dunia maya ramai oleh sebuah berita tentang ketololan anak manusia yang beranjak dewasa. Gw tergelitik untuk mengomentari ketololan ini karena ini adalah sepertinya kali pertama gw melihat hal seperti ini. Maksudnya,pertama kali seorang anak manusia melakukan ketololan kemudian beramai-ramai dihakimi di dunia maya. Pemukulan terhadap maling ayam di kampung setelah dikejar berkeliling kampung saya sudah pernah menyaksikannya dulu di Jakarta.

Ini adalah penghakiman beramai-ramai oleh massa. Pembantaian bersama. Gw setuju dengan orang-orang yang bilang bahwa si Mega bersalah karena melakukan kegiatannya. Gw setuju dengan opini yang menyatakan bahwa pa satpam Sunarya sudah bertindak benar dengan menendang wajah si suster. Gw juga jadi bingung ketika si suster dan bapaknya hendak menuntut pa satpam yang hanya melaksanakan tugasnya menjaga keamanan tamunya. Memangnya ketika anda di posisi satpam anda akan sempat menanyai  si suster terlebih dahulu? Mengajak berkenalan atau mengobrol? Ya nggalah! Tindakan refleksnya menendang wajah si suster itu sudah benar. Masih untung hanya ditendang,bukan ditembak,atau dipukuli beramai-ramai. Salah sendiri tidak meminta izin dari pihak manajemen apartemen untuk melakukan kegiatan tersebut.
Tapi,tapi. Bukan itu yang ingin gw soroti. Gw ingin soroti bahwa penghakiman di dunia maya ternyata juga mengerikan. Raga memang tidak ditusuk,ditendang,dibakar,dirajam,dipukul namun sesuatu yang ada di dalamnya yang diterjang hinaan,cacian,makian,sumpah serapah. Ada yang bisa dengan bijak menasihati supaya kita jangan terlalu banyak menonton televisi karena disana terdapat banyak tayangan yang mungkin bisa saja mengilhami si Mega untuk menjadi suster. Ada yang menyampaikan hujatan sedemikian rupa yang entahlah apakah memang itu benar adanya atau hanya fitnah yang muncul dari otak panas yang ditumpahkan lewat ketikan kata-kata di keyboard komputer,laptop,blackberry ataupun telepon seluler. Contohnya sekarang,gw ngga tau seperti apa hidup si Mega sehari-hari. Tapi melihat foto di twitter tentang kesibukannya bolak-balik Frisco-Jakarta-Singapore dan tinggal di apartemen rasanya dia merupakan orang yang hidup berkecukupan. Lebih bahkan. Tapi komentar sinis mulai muncul,dugaan-dugaan dilontarkan. Ada yang bilang dia sepertinya cewe ngga bener. Gw males nyebutin detailnya,cari sendirilah. Tapi atas dasar apa kita berhak melontarkan tuduhan seperti itu? Oke,dia tolol bin goblok karena sok ingin menakuti temannya dengan menjadi suster dan kemudian ternyata malah ditendang. Iya,itu pantas dihina menurut gw,tapi apa kemudian dari info-info yang beredar kita patut menghujatnya?

Bagi gw cukup si Mega tolol karena dia melakukan ketololannya sabtu lalu. Selain itu gw ngga mau ambil pusing. Atau gw harus peduli? Bahwa dia mengaku anak bangsa tapi kerjanya keluar negeri saban hari? Bahwa dia mengaku anak bangsa tapi referensi cita rasa fashion di blognya hanya dari tanah di luar batas garis negara ini? Bahwa dia dengan segala kelebihan yang dia miliki dan keterbatasan pada diri pa satpam yang harus menghidupi keluarganya hendak menuntut pa satpam atas ketololan yang dia perbuat? Bahwa orangtuanya hendak menarik investasi batu baranya karena melihat anaknya mendapat perlakuan tidak menyenangkan di jagat twitter? Haruskah gw peduli hal tersebut? Haruskah? Haruskah ? Haruskah.

Entahlah. Gw pengen ngga peduli tapi sepertinya sulit.Zaman sekarang ini ketika internet merajalela,proses perpindahan informasi berlangsung sangat cepat. Hanya dalam hitungan menit opini bisa terbentuk menjadi bola salju besar yang akan membawa manusia yang tidak berpendirian untuk terseret bola tersebut. Seringnya bola itu membesar oleh orang-orang yang tersulut emosinya karena merasa melihat penindasan atau ketidakadilan tanpa memahami duduk persoalannya terlebih dahulu. Yang paling gw takuti dari internet adalah ini. Proses penggiringan opini menjadi besar. Kebohongan bisa diciptakan sedemikian rupa sehingga menjadi kebenaran. Buat gw,ini mengerikan.

Eh terakhir buat mega,lain kali kalau kamu mau ngesot mbok ya bilang-bilang dulu sama sekitarnya. Kalo persiapanmu mateng mah pasti berhasil nakut-nakutin temenmu,atau sekedar ngagetin gitu. Persiapanmu mengkel sih,jadinya malah kamu kan yang dikejutkan. Yah mudah-mudahan tendangan pa Sunarya membekas di wajahmu dan dihatimu supaya lain kali ngga usah bertindak aneh-aneh seperti kemarin.

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s