Kembang api itu indah,tapi hanya sejenak. Kemudian,berapa lama sejenak itu dalam hidup kita?

Satu tahun itu masa yang sangat singkat. Masih segar dalam ingatan ketika 31 Desember 2010 dilalui di sekretariat Himastron. Saya memasak nasi,ayam dibakar,minum minuman ringan. Ramai dan terasa menyenangkan. Melihat pembullyan dilakukan oleh yang lebih tua terhadap sebayanya,mengingatkan diri tentang kegiatan sehari-hari. Ternyata kita tidak jauh berbeda,hanya beda tahun masuknya saja. Pada dasarnya sama. 1 tahun lalu,saya memang lupa ada siapa saja ketika itu. Yang pasti beragam angkatan ada disini pada saat itu. Yang termuda 2008,tertua 1999. Makanan dan minuman hari itu seingatku ditraktir alumni yang datang dari sebuah negeri di Eropa. Orangnya baik dan sangat sopan. Seingat saya baru kali ini bertemu orang seperti dia. Pokoknya sangat ramai dan menyenangkan,ugh maaf mengulang kata menyenangkan. Tidak terpikir kata lain untuk mengungkapkan hal serupa. Selesai makan,yang masih mahasiswa memilih bermain komputer. Hingga subuh tiba baru punggung diberi kesempatan untuk lurus. Yang kuingat,ada alumni yang tidak suka melihat perkakas kotor dibiarkan begitu saja sampai pagi tiba. Saya sendiri juga jadi merasa tidak nyaman,karena dia datang dari pulau seberang dan kemudian mendapati hal yang tidak dia sukai,sungguh menyesal rasanya.

Hidup terus berjalan,H* mendapat ketua baru yang disahkan pada rapat anggota bulan Januari. Saya memutuskan menjadi DPM untuk kali kedua. Berusaha membayar kesalahan di masa lalu ketika saya dengan sok tahunya menjadi DPM. Februari,Maret,April,Mei berlalu tanpa ingatan yang tertanam kuat di benak. Mungkin ada kegiatan H* di olimpiade dan kegiatan lainnya,tetapi jiwa ini tidak mampu mengingat kapan hal itu terjadi. Akhir semester genap tiba dan nilai ternyata menyedihkan. Apa boleh buat,usaha tidak bagus. SP datang,kesempatan terakhir. Ternyata hati saya tidak mampu menggerakkan seluruh raga untuk berbuat maksimal. Pada akhirnya saya harus mendapati kenyataan tidak melanjutkan kuliah di kampus gajah. Kalut pada awalnya,sedih membayangkan pengorbanan yang telah diberikan semuanya hingga saya bisa berada di sini. Tapi, Tuhan punya rencana lain. Selalu.

Ketika 2011 dimulai,otak tidak membayangkan hal ini akan terjadi. Tidak terbersit sedikit pun. Namun dia terjadi juga. Dibalik kesulitan akan ada kemudahan. Habis gelap terbitlah terang. Hidup tidak selamanya dibawah. Dia adalah siklus,ketika berada di titik terbawah bersyukurlah. Karena setelah itu dia akan menanjak naik. Maaf,saya menyebutkan ulang petuah-petuah yang sudah sering didengar. Hanya saja saya ingin kembali mengingatkan diri sendiri. Yah begitulah adanya hidup saya setahun kemarin. Setelah kalut karena kuliah tidak bisa berlanjut,rasa rindu ibu datang mendera. Ingin pulang,sangat sangat ingin tapi duit tak ada. Eh ternyata Tuhan memberikan kebaikan lewat makhluk-Nya. Saya pun bisa pulang. Saya pun bertemu ibu kembali. Melihat ibu tidak bersama bapak. Mendapati kenyataan lain yang terasa pahit ketika kita melihat kepahitannya. Tapi kopi pun bisa manis kalau kita bilang dia manis. Karena kita bebas memilih hal yang ingin kita percaya,paling resikonya dianggap gila oleh sekitar karena berkata tikus itu jenis sayuran padahal dia merupakan jenis alat elektronik. Kata orang barat “blessing in disguise”. Ada makna tersembunyi.  Tahun ini saya menyaksikan dunia bersedih ketika CEO Apple meninggal. Pemujanya akan bersedih sedemikian rupa karena merasa jasanya sangat besar bagi kehidupan manusia di dunia. Tapi,manusia lain akan berkata berbeda. Siapa dia? Kematian dia terlalu berlebihan dibicarakan. Di Afrika,mungkin ada manusia meninggal setiap detik karena berbagai alasan dan  tidak sedetik pun kita ikut bersedih atas kematian mereka. Tapi itulah manusia. Unik.Beragam. Rumit.

Kalau air ada hukumnya yang bilang dia akan menempati wadahnya,berbentuk seperti wadahnya. Dan itu berlaku pada semua zat cair sepengetahuan saya maka manusia tidak ada teori yang berlaku benar-benar pada semua umat manusia.

Ah jadi lupa kan,ini tentang apa yang terjadi pada Ahmad Munawir di 2011. Hmm,mungkin karena pada dasarnya apa yang saya alami sudah dituliskan di postingan sebelum-sebelumnya sehingga yang ini hanya ingin meresumekan saja. Namun karena kepala pusing dan pilek melanda sehingga saya akan menyudahi saja tulisan ini.

Advertisements

One thought on “Kembang api itu indah,tapi hanya sejenak. Kemudian,berapa lama sejenak itu dalam hidup kita?

  1. ah lupa ditulis,menemukan keindahan dalam diri seorang wanita.atau mungkin beberapa orang?ah tapi saya yakin pada dasarnya semua manusia indah.hanya terkadang diri ini menolak melihatnya pada manusia tertentu.salamku untukmu 88

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s