Jerman versus Italia

Pagi ini Bandung lagi-lagi sangat dingin meskipun gw udah tidur dengan memakai jaket himpunan dan kantung tidur. Begitu kesadaran gw datang lagi,gw langsung berusaha menyalakan televisi H* sebab penasaran siapa yang akan menantang Jerman di semifinal Euro 2012. Jari gw refleks memencet tombol power di televisi, ingatan gw bilang bahwa semalem sebelum tidur tombol powernya dimatiin. Eh ternyata nggak,yang mestinya dipencet adalah tombol kanal.

Sebelum tidur udah sengaja gw pindahin ke RCTI supaya ketika gw ngga sengaja terbangun jam 2 atau 3,maka langsung telinga  gw mendengar riuh rendah pertandingan dan langsung kesadaran 100%. Namun ternyata tidur gw nyenyak banget. Gw nyalain teve dan entah tadi acara apa yang ditayangin jam 5 pagi barusan.

Ya udah,otak memutuskan untuk memeriksa facebook dan tweetdeck. Dan hasilnya terlihat jelas. Italia lolos lewat adu pinalti setelah sama-sama gagal mencetak gol. Inggris gagal mencetak gol gw sih mafhum, ada Buffon di bawah mistar. Rooney meskipun digosipkan sebagai penyerang terbaik di Inggris saat ini,namun gw percaya bahwa itu adalah sebuah berita yang dibesar-besarkan media di Inggris. Nah kalo tim tua Azzurri gw bingung apa sebab mereka gagal menembus gawang Inggris yang dikenal memiliki kiper angin-anginan dan dilengkapi ketidakhadiran Rio Ferdinand + Frank Lampard. Meskipun gw juga ngga yakin bahwa dengan kehadiran dua orang itu Inggris akan membaik.

 

6 tahun lalu piala dunia diadakan di Jerman dengan ketua penyelenggara Der Kaizer. Jerman di semifinal menghadapi Italia setelah di perempatfinal berhasil mengalahkan Argentina melalui adu pinalti. Italia ke semifinal setelah membantai Ukraina 3-0 di perempatfinal. Jerman di semifinal ketika itu sangat diunggulkan. Bermain di kandang,penampilan yang memuaskan sampai perempatfinal. Menang 4-2 dari Kosta Rika,1-0 dari Polandia dan 3-o atas Ekuador. Kemudian menang 2-0 atas Swedia dan puncaknya ketika sundulan Klose di menit 80 berhasil membuat kedudukan seimbang setelah tertinggal selama 31 menit oleh gol Ayala. Staying power is back!
Italia di grup sempat bermain buruk ketika hanya bisa seri 1-1 dengan Amerika Serikat. Salah satu pertandingan di PD 2006 yang menelurkan banyak kartu selain Belanda – Portugal. Menghadapi Australia, Italia masih belum bermain bagus. Beruntung mereka dihadiahi pinalti setelah Grosso diganjal pada saat waktu tambahan.

Singkat kata,Jerman dengan mental yang mantap dan gaya permainan memikat bertemu Italia yang bermain buruk dan sedikit dinaungi dewi fortuna. Dilengkapi faktor tuan rumah,lengkaplah sudah Jerman diunggulkan. Nyatanya Jerman malah keok dari Italia. Sedihnya, gw nggak nonton ketika pertandingan tersebut berlangsung. Paginya ada SPMB hehe,ibu gw ngga mengizinkan nonton. Yang pasti,menurut gw justru Italia yang menunjukkan staying power dengan berhasil mencetak gol di babak perpanjangan. Lagi-lagi Grosso jadi bintang setelah dia berhasil menjebol gawang Jens Lehmann di menit 119. Bayangkan!! 119!! Taktik Lippi berhasil ketika itu,memasukkan Del Piero,serangan Italia semakin tajam dan pada puncaknya berhasil mendesak pertahanan Jerman.

6 tahun berlalu dan sekarang di panggung Euro 2012 Jerman kembali bertemu Italia. Sekarang juga gw yakin Jerman akan diunggulkan. Nilai sempurna dari Portugal,Denmark dan Belanda pasti akan menjadi faktor utama. Bandingkan dengan Italia yang menuai nilai 5 hasil dua kali seri dengan Spanyol dan Kroasia. Nilai 3 hanya didapat dari Irlandia. Gw emang ngga nonton semua pertandingan Italia,tapi gw yakin dari segi permainan Jerman masih lebih baik walaupun kalau dibandingkan dengan 3 perhelatan akbar terdahulu rasanya Jerman sekarang masih di bawahnya. Melawan Portugal jelek banget performanya.

Gw orangnya superstisius. Italia liganya lagi amburadul karena diduga ada skandal lagi. Persis 1982. Persis 2006. Belum lagi beberapa aktor kemenangan Italia 6 tahun lalu masih ada di deretan pemain yang akan menghadapi Jerman Jumat nanti. Masih ada Pirlo dan Buffon,dua sosok yang saat ini gw yakini sebagai pemain kunci Italia. Pirlo pandai mengatur tempo,tendangan bebas masih mumpuni sedangkan Buffon masih dipandang merupakan salah satu kiper terbaik di dunia. Neuer mah belum ada apa-apanya. Ozil?Schweinsteiger?Khedira? Belum ada yang bisa menyaingi kualitas Pirlo menurut gw. Satu-satunya keuntungan Jerman adalah usia pemainnya yang masih hijau-hijau. Jika bisa mengeksploitasi uzurnya skuad Italia dengan bermain seperti ketika menghancurkan Inggris dan Argentina 2 tahun lalu,gw yakin Jerman menang. Makanya gw pengen Bender di kanan gantiin Boateng,di depan pakai lagi Reus,Schurrle,Ozil dan Klose. Klose meskipun salah satu yang paling tua di tim tapi kemampuan berlarinya masih terlihat ketika berperan pada gol Reus ke gawang Sifakis. Bender jangan ditanya lagi. Gol pertama dia untuk Mannschaft dicetak setelah dia menghalau serangan Denmark,dia berlari dari lini belakang sampai ke depan dan berhasil memanfaatkan umpan yang diberikan Ozil. Serangan balik kaya gitu yang pengen gw lihat nanti. Dan ada faktor kelelahan Italia. Mereka adalah tim pertama yang menjalani adu pinalti dan mereka juga bermain paling terakhir. Mudah-mudahan Loew berhasil mengeksploitasi kedua hal tersebut.

 

Deutschland Uber Alles!!

Advertisements

One thought on “Jerman versus Italia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s