Gramedia

Silakan sebut saya lebay setelah cerita ini, namun saya hanya ingin sedikit menyampaikan unek-unek hari ini.

 

Warga Bandung, rasanya hampir dapat dipastikan mengenal toko buku Gramedia di Jl Purnawarman. Setidaknya pernah lewat sana. Saya bukan penggemar TB Gramedia semenjak mengenal dunia buku diskon dan buku bekas bin murah. Namun masih rutin berkunjung ke Gramedia untuk sekedar melihat buku apa saja yang baru masuk di pasaran sekaligus memanjakan mata. Minggu lalu,atau mungkin dua minggu lalu mata saya melihat ada tulisan kecil di beberapa sudut Gramedia. Tulisannya ” Gratis 1 buku untuk setiap pembelian 3 novel kecuali teenlit”

Oke! Rencana diatur,ngajakin beberapa orang untuk ke Gramedia dengan harapan bisa mendapatkan buku yang murah. Bisa saja kan dari 3 buku yang nominal masing-masing <50000 mendapatkan buku yang harganya 100.000, lumayan tuh. Awalnya diharapkan berenam pergi ke Gramedia. Saya hanya menjadi pelengkap saja,apabila ternyata butuh pemain tambahan supaya bonusnya bisa berlaku,maka saya akan ikut membeli buku. Apabila sudah cukup, maka saya tidak akan ikut beli buku. Dari 6 orang akhirnya hanya 2 orang yang ikut ke Gramedia. Seorang menitipkan kepada yang lain untuk membeli buku,kelelahan setelah menginap di Bosscha. Dia menitipkan Perahu Kertas karya Dee.

Yasudah,sampai di Gramedia kemudian melihat HRE ingin membeli buku karya Edgar Allan Poe yang harganya 40.000, GPP ingin membeli Inheritance yang harganya 135.000, RDH ingin Perahu Kertas Dee yang harganya 69.000. Dihitung-hitung,lebih baik saya ikut berpartisipasi membeli sebuah buku seharga 55.000 untuk kemudian memilih Inheritance sebagai bonus. Total 164.000 apabila Inheritance ditempatkan sebagai bonusnya. Lumayan bukan ?

Kami pun turun ke kasir,hendak bertanya mengenai mekanisme pemilihan novel yang boleh dijadikan bonus. Menurutku, ada kemungkinan Inheritance tidak boleh menjadi bonus akibat bukunya baru beberapa hari masuk Gramedia. Setelah sampai di kasir, kami tanyakan bagaimanakah metode pemilihannya. Ternyata, HANYA buku terbitan Gramedia yang termasuk ke dalam promo tersebut. Ah entahlah apakah ini pantas disebut promo. Iya, jadi Perahu Kertas Dee haram hukumnya untuk diikutsertakan. Bertanya lebih lanjut ke bagian informasi mengenai buku apa saja yang boleh dipilih, ternyata bukunya tidak bebas mutlak apapun yang berjenis novel. Ternyata hanya ada beberapa buku yang rasanya saya tidak tertarik sama sekali untuk membacanya. Apa boleh buat, saya sedikit merasa malu karena tidak bertanya lebih jauh sebelum mengajak kawan-kawan ke Gramedia. Kesal sekali rasanya. Kenapa sih nggak bilang dari awal kalo kriterianya bukan hanya “Kecuali teenlit” tetapi juga “Hanya untuk buku terbitan Gramedia” dan “Buku dapat dipilih di bagian informasi” . Iya,saya tahu,itu taktik dagang bukan? Tapi apa perlu menutupi hal seperti itu ya? Apa itu pantas?
Yang pasti saya kesal dan malu kepada teman-teman,udah berharap bisa mendapatkan buku yang lebih murah eh ternyata malah dibohongi.
Saran saya sih lain kali jangan beli buku di Gramedia kecuali memang bukunya hanya dijual di toko bukunya. Rugi!

Advertisements

2 thoughts on “Gramedia

  1. Hehehe saya ga bilang ini tulisan lebay. Cuma mungkin terlalu terpana sama tulisan gratis aja. Bukan kah udah sering toko kaya gitu? Pinter-pinter kita nya aja sih sebenernya 😀

  2. yah, namanya orang dagang, pux…. ga aneh…..

    gapapa pux, buat belajar aja. jadi lain kali kalau nemu begituan, ditanyain dulu, biasanya ada syarat tambahan, karena memang hal-hal spt itu terlalu bagus untuk jadi kenyataan :p

    jadi inget, kemarin lewat Tegallega, dari jauh liat tulisan Lengkeng Rp 6.500. sama spt kebanyakan orang, saya berasumsi kalau harganya adalah Rp 6.500 per kilo. pas berentiin mobil dan minta ke si mamangnya untuk bungkusin 1 kg lengkeng, si mamangnya bilang harganya Rp 13.000. loh koooook? terus dia nunjukin, “ini neng, ada tulisannya ‘1/2 kg Rp 6.500′”. dan tau gak, tulisan “1/2”-nya itu kecil banget, hampir ga kebaca bahkan bagi saya yg jarak bacanya cuma 1 meter :p

    yah, beginilah dinamika hidup di Indonesia. konyol, tapi tetep seru!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s