Depok 23052014

Kultur bangsa Indonesia. Mungkin 20 tahun lagi baru gw ketahui apa makna kalimat pertama di tulisan ini.

Tapi hari ini gw diberi kesempatan untuk menyaksikan dari dekat betapa menyedihkan menjadi bagian dari keluarga Indonesia.

Di sebelah kios sekaligus tempat tinggal gw di Depok berdiri bangunan bernama Lawson. Tadi sekitar pukul 7 malam api membakar kabel yang menjalar di depan Lawson. Reaksi pertama gw adalah keluar untuk memastikan kabar yang gw dapet dari temen. Setelah beberapa saat otak gw malah menyuruh mencari no telepon PLN. Tindakan yang sekarang gw pikir cukup bodoh, kenapa bukan Damkar yang muncul duluan di benak. Itu tindakan bodoh gw. Gw akui itu.
Namun, yang membuat gw kaget adalah betapa penduduk di sekitar lokasi kejadian justru sibuk mengambil gambar kebakaran tersebut. Tidak terlihat kepanikan atau rasa takut menghinggapi diri mereka. Ada yang sepertinya justru gembira karena akhirnya ada kejadian menegangkan berlangsung di lingkungannya. Sambil mengarahkan hapenya seraya menyunggingkan senyum dia bilang “update”.

Ah. Nista pikir gw. Ketika petugas Damkar berusaha memadamkan api, untuk apa beramai-ramai menonton, merekam, dan bisa jadi justru menghalangi upaya pemadaman. Lalu lintas yang sehari-hari padat semakin merayap karena ada mobil parkir di jalan dilengkapi kerumunan yang beberapa kali diusir dari bawah kabel.

Yang ingin gw tekankan adalah apakah kehidupan bisa semembosankan itu sehingga ketika kemalangan muncul, dia mewujud menjadi hiburan yang harus diperhatikan dengan seksama?
Hidup gw mungkin layak dikategorikan membosankan, tapi untuk tergoda menyaksikan kebakaran dan merekam di hape dengan antusias? Rasanya tidak,meskipun ini kali kedua gw melihat adegan kebakaran dari dekat.
Yang pertama ketika terkurung api sisa pembakaran ladang di Desa Jaman. Saat itu yang terbayang adalah akankah kami bisa menembus asap panas yang menghadang di depan dan belakang.
Sekarang api telah padam, Damkar telah memutar kendaraannya. Dan besok, rutinitas berjalan lagi seakan malam ini tidak pernah terjadi kebakaran.

Posted from WordPress for Android

Advertisements

One thought on “Depok 23052014

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s