Pulang(2016) – Bagian 2

Hari kedua saya di Pinrang, saya ikut membantu melepas bambu- bambu yang dipasang di sekeliling rumah. Bangku – bangku yang cukup berat  milik tetangga juga dikembalikan. Sampah plastik yang kebanyakan berupa minuman kemasan dikumpulkan jadi satu. Lumayan untuk olah badan di pagi hari. Sofa yang kemarin dititip di rumah tetangga diambil kembali. Sekilas saya lihat jumlah minuman kemasan masih banyak sisanya. Agak disayangkan juga saya pikir bisa sampai sisa lebih dari 5 dus.

 

Selesai kerja bakti, kami minum susu coklat panas dan makan kue yang masih belum basi. Ganjil juga sebenarnya saya pikir minum susu di pagi hari. Saya biasanya menyeruput kopi atau teh saat sarapan.

 

Agenda selanjutnya hari itu adalah pergi ke Ujungpandang untuk mempersiapkan kegiatan mapparola dari rumah mempelai perempuan ke rumah mempelai pria keesokan harinya.

 

Saya menjadi satu-satunya penumpang pria dari rombongan yang berangkat jam 10 pagi. Kendaraan agak dipaksa membawa berbagai perabotan dan bahan makanan. Bangku paling belakang selain disesaki oleh barang-barang, diisi oleh dua orang ibu-ibu. Salah seorang dari mereka memangku tas saya yang berisi komputer jinjing. Di deret tengah, saya duduk agak menjorok ke depan sebab ada empat orang yang duduk termasuk saya. Di depan di samping supir duduk dua orang. Mobilnya seinget saya model Avanza,standar kendaraan yang dimodifikasi untuk menjadi travel gelap di Sulawesi Selatan. Entah akan seperti apa nasibnya setelah kereta api Trans Sulawesi mulai beroperasi.

 

Di perjalanan, akhirnya saya bisa melihat dari kejauhan proses pengerjaan rel kereta di Kabupaten Barru. Menurut tante saya yang ikut di mobil tersebut, kegiatan sudah cukup lama berlangsung. Banyak truk lalu lalang di jalan Barru membawa material pembuatan rel. Sayangnya saya belum tahu sudah seberapa panjang rel yang berhasil dikerjakan. Termasuk sudah berapa banyak dana yang disedot. Saya juga penasaran apa yang dikatakan kepada para pemilik lahan dalam hal ini sawah hingga mereka bersedia menjual tanahnya. Proyeksi pekerjaan ruas pertama dari 2015-2020 telah terbangun rel dari Makassar hingga Pare-Pare. Ada 9 stasiun yang direncanakan akan dibuat. Untuk saat ini, Makassar ke Pare-Pare bisa memakan waktu sekitar dua setengah jam perjalanan di malam hari. Saya belum pernah bepergian di siang hari.

 

Sampai di Ujungpandang sekitar jam 14. Saya turun di jalan Swadaya, rumah mempelai pria. Karena kamar di rumah Iqbal penuh, rumah kos yang dikelola om Labang, ayahanda Iqbal, ikut digunakan sebagai tempat berteduh. Rumah tiga lantai tersebut mempunyai enam kamar. Empat dari enam kamar dipergunakan oleh kerabat dan handai taulan. Kamar ibu saya di lantai 3. Kamarnya mempunyai pendingin ruangan yang memang rasanya saya perlukan. Tapi saya tidak bisa terus menerus menyalakan pendingin ruangan karena ibu tidak terbiasa.

 

Yang saya ingat hari itu ketika malam adalah saat ibu saya berselisih paham dengan adik saya. Perselisihan ini sebenarnya hanya puncak dari gunung es. Ibu ketika mempersiapkan acara pernikahan sempat mendapatkan beberapa kritikan yang saya pikir tidak sanggup ibu bendung lagi malam menjelang resepsi di gedung. Saya akhirnya menyimak cerita beliau hingga beliau cukup tenang. Sisa persoalan yang ada adalah adik saya karena emosinya tersulut, memutuskan pulang ke rumah dengan alasan ketinggalan jam. Ini menambah pikiran ibu karena adik saya adalah orang yang ibu andalkan untuk menyambut tamu tamu besok malam yang merupakan tetangga di sekitar rumah. Saya singkirkan kekhawatiran ibu dengan mengingatkan adik saya terhadap perannya tersebut.

 

Saya sudah lupa bagaimana saya menutup hari penuh drama tersebut. Yang jelas saya tidur di kasur yang diturunkan dari ranjang susun. Saya tidak suka tidur di ketinggian.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s