Stranger Things

Horor bukanlah dunia yang senang saya kunjungi. Film-film seperti SAW bagi saya haram hukumnya untuk ditonton. Cuma menambah berat beban pikiran saja.

 

Tapi karena terprovokasi oleh komentar positif yang bertebaran di internet, saya memberanikan diri menonton Stranger Things. Serial yang dibuat oleh Netflix ini dibintangi salah satunya oleh Winona Ryder. Saya belum pernah menyaksikan akting Ryder. Hanya ada beberapa film di harddisk saya seperti A Scanner Darkly ; Girl, Interrupted, dan The Age of Innocence.

Saya baru menonton tiga episode dan rasanya Joyce Byers benar-benar dihayati oleh Ryder. Kegelisahan seorang ibu yang anaknya tiba-tiba menghilang tanpa sebab yang jelas. Hidup untuk menghidupi dua orang anak sendirian dengan cara bekerja di sebuah toko di kota kecil Hawkins selama bertahun-tahun, saya yakin Joyce adalah seseorang yang sabar dan teguh pendirian.

Ketika telepon di rumahnya rusak setelah dia mengangkat sebuah dering misterius yang diyakininya sebagai Will, Joyce tanpa ragu-ragu mengutang ke tempat dia bekerja untuk membeli telepon baru yang tidak berapa lama kembali rusak setelah menerima dering serupa. Saat dia membeli telepon, dia juga mengambil gaji dua minggunya di awal. Dan argumen dia sederhana saja: “Saya tidak pernah membolos sepanjang bekerja dengan anda, apa lantas anda tidak mau mempercayai saya?” Raut wajahnya penuh harap ingin secepatnya mendapatkan kabar anaknya, Will.Keteguhannya membuat bosnya tidak kuasa untuk menolak permintaan Joyce.

Segalanya sekarang terasa begitu lama bagi Joyce. Menunggu Sheriff Hopper untuk datang ke rumah dan melakukan penyelidikan selama enam jam saja dirasakannya begitu panjang. Menantikan sesuatu selalu membuat kita merasakan pemuluran waktu. Yang tidak menunggu, segalanya terasa lewat begitu saja. Meskipun Joyce dari luar seakan mulai terperosok ke jurang ketidakwarasan, nalarnya masih mampu bekerja. Joyce yang memarahi Sheriff Hopper mampu mengembalikan ucapan Hopper ketika dirinya meminta sedikit pengertian dari Hopper yang anaknya juga pernah menghilang. Sebelumnya, Joyce memprotes Hopper karena enam jam baginya terlalu lama, dan Hopper meminta pengertian dari Joyce.

Di episode ketiga, Joyce mulai mendapatkan sedikit ilham tentang bagaimana cara berkomunikasi dengan Will.Menggunakan lampu-lampu! Dan Joyce kemudian memborong lampu dari tempatnya dia bekerja. Anak sulung Joyce, Jonathan yang merupakan seorang fotografer berbakat, mulai meragukan kewarasan ibunya melihat ibunya mengumpulkan lampu di kamar Will dan mengajaknya berbicara.

Akankah Will Byers dapat diselamatkan oleh Mike, Dustin, Lucas serta El? Lalu seperti apa sebenarnya “dunia lain” di Hawkins bekerja? 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s