Orangtua

Kemarin malam LINE saya berdering saat saya sudah mulai berhasil memejamkan mata. Saya lihat identitas pemanggilnya dan ternyata dari penghuni rumah orangtua angkat saya yang paling muda.

Dia merupakan mahasiswi tingkat 1 di kampus yang juga sedang saya nikmati ruang kelasnya. Dia merantau dari salah satu kota di Jatim dan berkuliah di Jabar berkat bantuan orangtua angkat saya juga.

Kemarin malam dia menelepon karena ingin dijemput setelah menyelesaikan kegiatan menjadi panitia makrab di kampus. Saya ditelepon sekitar jam 9.30 malam dan dari kesepakatan kami di telepon, dia akan memanggil saya lagi kira-kira 10 menit menjelang bubaran.

Namun setelah menunggu selama sekitar 20 menit di rumah,saya putuskan untuk langsung berangkat saja ke kampus. Saya malas menunggu di rumah karena khawatir malah tertidur.

Setibanya di kampus,ternyata evaluasi masih berlangsung . Apa boleh buat saya terpaksa harus menunggu lebih lama lagi di kampus yang penerangannya kurang dan banyak dipakai nyamuk sebagai tempat mencari nafkah. 

15 menit duduk di trotoar dalam areal kampus,saya mulai tidak tahan dan memutuskan berbaring saja di trotoar tersebut. Toh tidak ada yang mengenali dan lagi pula saya sudah lama ingin tidur di pinggir jalan. Keinginan ini timbul setelah saya melihat para pekerja trotoar kota Bandung yang tidur dengan nyenyaknya di bawah rimbun dedaunan.

Sambil tiduran saya melihat ke langit sambil sesekali mengajak seseorang lainnya mengobrol di LINE. Sekadar penahan kantuk. 

Tidak lama kemudian saya merasa geli sendiri . Rupa-rupanya mungkin ini rasanya jadi orangtua yang menjemput anaknya pulang dari kegiatan malam hari di kampus. Orangtua saya memang tidak pernah menunggu saya pulang ke rumah karena kami berlainan kota,hanya sesekali saja saya melaporkan bahwa saya pulang malam hari dan bahkan menginap di kampus.

Untungnya saya dulu sempat merasakan sedikit kehidupan malam di sebuah kampus sehingga saya tidak bersungut-sungut saat menjemput kemarin malam meskipun rasa kantuk cukup intensif menyerang. Saya justru akan sangat mendukung berkegiatan di malam hari di kampus bahkan sampai menginap Bila perlu sebab semangat muda saat berkegiatan di kampus adalah sebuah kesempatan yang tidak akan datang lagi. 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s